Banjir di Ponorogo Akibatkan Longsor dan Jembatan Retak

Ponorogo Tanah longsor terjadi di Ponorogo Jawa Timur. Tanah Longsor setebal 2,5 meter menimbun jalur PonorogoPacitan di Desa Wates Kecamatan, Slahung.

“Tanah longsor tebalnya 22,5 meter di jalur Ponorogo arah Pacitan. Saat ini masih di lakuksn pembersihan dengan alat berat karena banyak tanahnya,” ungkap Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi kepada detikcom Selasa (28/11/2017).

Bencana tanah longsor, menurut Suryo, diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga tanah milik perhutani di petak 56 Desa Wates longsor. Panjang tebing yang longsor kurang lebih sekitar 40 meter dengan tinggi tebing sekitar 15 meter.

“Hujan seharian merata ini, kami masih membersihkan tanah agar bisa segera dilewati karena jalur utama menunu Pacitan ini,” tuttur Suryo.

Suryo mengungkapkan untuk sementara jalan raya ditutup Ponorogo arah Pacitan ditutup total, karena masih dilakukan pembersihan dengan alat berat baik dari koramil dan polsek serta dibantu warga setempat.

Hujan juga membuat jembatann di Desa Sumoroto retak (Foto: Sugeng Harianto)
Selain menimbun jalan longsor, longsor juga menimpa dapur satu rumah milik Suryono (45),warga Dukuh Ngembel Desa Baosan Lor, Kecamatan Ngrayun.

Selain itu, hujan yang mengguyur Ponorogo seharian penuh membuat jembatan Taap Desa Sumoroto bergerak retak dan goyang. Hal ini karena derasnya arus air sungai di bawah jembatan penghubung dua Kecamatan tersebut.

“Ada gerakan atau bergoyang dari konstruksi jembatan yang diakibatkan arus sungai yang cukup deras. Sementara debit air sungai masih terus mengalami peningkatan dan hujan masih berlangsung ini,” kata Suryo.

Jembatan tersebut, menurut Suryo, merupakan penghubung dua kecamatan yakni Kecamatan Kauman ke Kecamatan Sumoroto. Guna mengantisipasi kemungkinan terjadi ambrol jembatan tersebut arus lalu lintas dari Somoroto menuju Desa Ngumpul terutama kendaraan roda 4 ditutup. Warga bisa melalui jalur alternatif Desa Menang ke arah Kecamatan Jabon.

“Jalur utamanya roda 4 kami alihkan memutar lebih jauh 7 km demi keamanan bersama. Nanti kalau debit air sudah normal kami buka kembali,” tutur Suryo.

Saat ini pihak kepolisian polres Ponorogo telah berkoordinasi dengan Camat Kauman untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Kepala PU Kabupaten Ponorogo mengenai kondisi jembatan. Kapolres mengimbau kepada warga untuk mengawasi anaknya untuk menjauh tidak bermain di dekat sungai.