Bang Dul, Penjual Sembako yang Diduga Dibunuh Kerap Diintimidasi

Kabupaten Bandung Penjaga toko sembako Dul Asmin (20) yang tewas bersimbah darah di toko sembako milik saudaranya di Kampung/Desa Pameuntasan, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat diduga dibunuh.

Sebelum ditemukan tewas, salah satu warga setempat, Eko (48) menuturkan korban kerap mendapatkan perlakuan intimindatif dari orang tidak dikenal.

“Tahun lalu abang (sapaan karib Dul Asmin) pernah dipalak. Rokok dan tabung gas diambil, si abang tidak melawan katanya yang malaknya nodongin piasu,” kata Eko yang ditemui detikcom di TKP.

Eko menambahkan, ia pernah bertanya kepada korban kenapa setiap kali mendapatkan perlakuan intimindatif tidak pernah melaporkan kepada warga.

“Saya tanya, Abang ko tidak teriak, jangan teriak ada pisau (ditodongkan),” tiru Eko sembari menunjukan tangan ke leher.

Eko sempat melihat kondisi tubuh korban bersimbah darah, saat ditemukan tewas oleh saudaranya Muhammad Luay (25). Ia sangat tidak menyangka jika Dul Asmin tewas dengan cara dibunuh.

“Waktu malam tidak ada ributribut, warung tutup sekitar jam sepuluh malam. Malah di SD (lokasi sekitar 50 meter) ada kegiatan campping jadi ramai,” ungkapnya.

Warga lainnya, Kuswanditia (53) membenarkan jika Dul Asmin kerap mendapatkan tindakan intimindatif. “Pernah bilang ke saya dipalak, tapi itu orang tidak dikenal bukan warga kampung ini,” katanya.

Kuswandi menuturkan, korban menempati toko sembako tersebut sudah hampir tiga tahun. “Dia jagain toko sembako milik orang, toko itu juga dikontrak statusnya,” tuturnya.

Pantauan detikcom, Tim Indonesian Automatic Fingerprint Idetification System (Inafis) dan Satreskrim Polres Bandung masih melakukan olah TKP.

“Kami masih lakukan olah TKP, karena masih banyak barangbarang di warung sembako milik korban,” kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik di TKP.

Firman menambahkan, berdasarkan penuturan saudara korban yang merupakan pemilik toko, barangbarang yang ada di dalam warung sembako yang dijaga korban tidak ada yang hilang, bahkan kaleng uang tetap utuh.

“Sementara hanya hp korban tidak ada, kami masih mendalami untuk motifnya menunggu hasil autoupsi dan kami juga masih meminta keterangan dari saksi yang komunikasi dengan korban,” pungkasnya.