Bandung Raih Adipura, Ridwan Kamil: Jangan Dirusak Perilaku Negatif

Bandung Pemkot Bandung menerima penghargaan Adipura untuk ke3 kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Piala tersebut bakal diarak keliling Bandung pada 19 Agustus 2017 mendatang.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan penghargaan Adipura ini sebagai bukti sistem persampahan dan pengelolaan lingkungan hidup di Kota Bandung berjalan baik. “Piala Adipura didapatkan tiga kali berturutturut setelah 17 tahun absen. Membuktikan sistem sedang berjalan baik tanpa harus dihebohhebohkan. Semua yang bekerja keras, saya ucapkan terima kasih,” ujar Emil, sapaan karib Ridwan, di The Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (3/7/2017).

Untuk merayakan kebahagiaan bersama para warga dan petugas yang telah menjaga kebersihan Kota Bandung, Emil menyebut piala penghargaan tersebut rencananya diboyong keliling Kota Bandung pada 19 Agustus. “Penghargaan ini bukan untuk saya, tapi jerih payah dari petugas, warga, camat dan lainlain. Kami akan keliling Bandung bawa piala adipura ini disesuaikan kesanggupan. Kan setahun sekali merayakan kebahagiaan kepada merekamereka yang menjaga Kota Bandung,” kata Emil.

Hal terpenting, sambung Emil, bagaimana Kota Bandung bisa mempertahankan kebersihan kota dan manajemen lingkungan secara baik. Ia berpesan kepada warga dan wisatawan yang masih gemar membuang sampah sembarangan untuk lebih menjaga kebersihan.

“Untuk warga yang suka nyampah, terutama wisatawan yang masih suka nyampah di jalan, jangan rusak Adipura kami dengan perilaku negatif. Karena, Kota Bandung adalah kota cinta lingkungan dan kebersihan. Kami buat sistem dan fokus ke yang burukburuk. Jadi, kalau ada sampah di sungai atau TPS liar terus kita perbaiki, fokus yang minus, insya Allah semua sempurna pengelolaan sampah menuju zero waste,” tuturnya.

Emil menjelaskan, saat ini lebih dari 30 inovasi dibuat di Kota Bandung guna melestarikan lingkungan. Banyak program dan peraturan yang dibuat Pemkot Bandung dalam upaya melawan segala kegiatan yang berdampak negatif terhadap lingkungan.

“Kami sudah melarang styrofoam yang berdampak secara nasional. Pemkot Bandung juga punya peraturan green building yang mewajibkan bangunanbangunan hemat energi dan ramah lingkungan. Kalau memenuhi, baru IMBnya akan diberikan. Yang harus di ingat, sekarang kota Bandung merupakan kota dengan udara terbersih seIndonesia, itu yang patut kita syukuri,” tutur Emil.