Bahas Fleksibilitas dalam UMKM, Bupati Kudus Dapat Gelar Doktor

Semarang
Bupati Kudus, Musthofa meraih gelar doktor ilmu sosial dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Ia menyelesaikan pendidikan S3nya selama 4 tahun 8 bulan 25 hari.

Musthofa menyajikan disertasi dengan judul “Membangun Fleksibilitas Relasional Akulturatif Dengan Orientasi Kewirausahaan Dalam Upaya Peningkatan Kinerja Bisnis, Studi Empiris Pada UMKM Bordir di Kudus”. Ia lulus dengan IPK 3,51,

“Menyatakan lulus dengan sangat memuaskan,” kata ketua sidang sekaligus Dekan Fisip Undip, Dr. Sunarto, M.Si di ruang sidang gedung pasca sarjana Undip, Jalan Imam Barjo, Semarang, Sabtu (9/12/2017).

Usaha bordir menjadi objek penelitian karena menurut Musthofa bordir di Kudus sangat potensial namun kalah dengan buatan Tasikmalaya. Dengan teori miliknya yang diaplikasikan ke UMKM bordir di Kudus, ternyata usaha tersebut berkembang.

“Penelitian sebelumnya ada positif dan negatif. Meramu dari itu ada konsep besar yang saya lahirkan yaitu konsep fleksibilitas relasional akulturasi,” kata Musthofa.

Contoh konsep dan teori yang diaplikasikan yaitu mendatangkan desainer busana atau bordir dan menggelar pameran untuk memperkenalkan bordir Kudus.

“Ternyata teori saya diimplementasikan bisa,” tandasnya.

Musthofa diuji oleh 7 penguji yaitu ketua Dr. Sunarto,MSi, Yuwanto PhD selaku sekertaris, Prof. Dr. Agus Suroso, MS penguji tamu, Prof Dr Asri Laksmi Riani, MS penguji tamu, dan 3 promotor yaitu Prof Dr Sugeng Wahyudi, MM, Dr Naili Farida, MSi, dan Dr Ngatno, MM

Bupati Kudus 2 periode itu merupakan lulusan S1 Ekonomi STIE Semarang dan melanjutkan S2 Manajemen Unisbank Semarang. Musthofa berharap langkahnya itu menjadi motivasi PNS di Kudus agar semangat meneruskan pendidikan hingga S3.

(alg/sip)

Related Post