AS Launching Proyek Suplai Air Rp 132 M untuk Warga Palestina

Tepi Barat Pemerintah Amerika Serikat (AS) meluncurkan proyek senilai US$ 10 juta (Rp 132 miliar) untuk wilayah Tepi Barat. Proyek itu bertujuan meningkatkan akses air bagi para petani Palestina dan membantu penanganan air limbah di Jericho, Tepi Barat.

Seperti dilansir AFP, Senin (16/10/2017), Jason Greenblatt yang merupakan salah satu penasihat Presiden AS, Donald Trump, dan utusan khusus AS hadir dalam peluncuran proyek itu yang digelar di Tepi Barat pada Minggu (15/10) waktu setempat.

Greenblatt merupakan salah satu penasihat Trump yang berupaya memulai kembali perundingan IsraelPalestina. Sejumlah pejabat AS menyebut salah satu upaya untuk mendorong digelarnya kembali perundingan itu ialah dengan meningkatkan perekonomian dan infrastruktur Palestina.

Dalam peluncuran proyek tersebut, Greenblatt tidak banyak membahas soal upaya mendorong perundingan damai IsraelPalestina, yang oleh banyak pihak dihujani skeptisisme. Dia juga tidak mengomentari rekonsiliasi Hamas dan Fatah. Diketahui bahwa Fatah yang menaungi Presiden Mahmoud Abbas menguasai Tepi Barat, sedangkan Hamas menguasai Gaza.

Proyek di Tepi Barat ini bertujuan meningkatkan jumlah rumah yang terhubung dengan pusat penanganan air limbah di area Jericho, yang sebelumnya dibangun dengan bantuan Jepang. Dalam proyek ini ditargetkan setidaknya sekitar 10 ribu rumah warga akan terhubung.

Jika target itu tercapai, sebut Konsulat AS di Yerusalem, maka sekitar 70 persen warga Jericho akan terhubung dengan pusat penanganan air limbah.

Air limbah yang telah melalui proses daur ulang kemudian akan disalurkan ke areaarea para petani kurma Palestina.

“Pemerintah AS dan Presiden Trump secara personal tetap berkomitmen pada perdamaian yang adil dan abadi antara warga Palestina dan warga Israel, dan elemen inti dari perdamaian itu adalah perekonomian yang berkembang pesat dan kesempatan yang nyata bagi seluruh warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza,” terang Konsul Jenderal AS Donald Blome.

“Proyek ini akan memiliki dampak langsung dan positif dalam menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” harap Direktur Otoritas Perairan Palestina, Mazen Ghunaim.

Diketahui bahwa kekeringan memicu kekurangan suplai air secara rutin di wilayah Jericho. Namun, menurut warga Palestina dan kelompok HAM setempat, Israel telah mengalokasikan suplai air cukup banyak untuk permukiman Yahudi yang ada di Lembah Yordan, yang menjadi lokasi Jericho.

Related Post