AS Akan Kembali Tampung Pengungsi, Kecuali dari 11 Negara Ini

Otoritas Amerika Serikat (AS) akan kembali menampung pengungsi dari negara lain setelah mengakhiri larangan yang diberlakukan selama 120 hari terakhir. Namun para pengungsi dari 11 negara tertentu yang dianggap berisiko tinggi masih tetap diblokir AS.

Seperti dilansir AFP, Rabu (25/10/2017), perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang melarang penerimaan pengungsi berakhir secara resmi pada Selasa (24/10) waktu setempat. Dengan demikian, gugatan hukum terhadap larangan itu digugurkan oleh Mahkamah Agung AS pada hari yang sama.

Ini berarti AS akan kembali menerima pengungsi. Namun Jennifer Higgins selaku Wakil Direktur untuk Urusan Pengungsi pada Dinas Layanan Imigrasi dan Kewarganegaraan AS menyatakan pengungsi yang ingin ditampung oleh AS akan menghadapi pemeriksaan lebih ketat, termasuk pemeriksaan mendalam pada media sosial juga koneksi mereka.

“Keamanan warga Amerika menjadi prioritas tertinggi kami,” tegas Higgins kepada wartawan setempat.

Trump merilis perintah eksekutif baru soal pengungsi pada Selasa (24/10) malam waktu setempat, untuk menggantikan aturan sebelumnya yang sudah berakhir. Perintah eksekutif baru ini juga disertai pemotongan tajam anggaran untuk pengungsi di bawah pemerintahan Trump.

Presiden AS sebelumnya, Barack Obama, menetapkan anggaran untuk pengungsi sebesar US$ 110 ribu untuk tahun fiskal yang berakhir 30 September 2017. Oleh Trump, anggaran itu dipotong menjadi hanya US$ 53 ribu. Kemudian untuk tahun fiskal 2018, Trump memotong angka maksimum untuk anggaran pengungsi menjadi US$ 45 ribu.

Meskipun kembali menampung pengungsi, namun ada 11 negara tertentu yang diblokir dan membutuhkan Opini Imbauan Keamanan. Otoritas AS menolak menyebut negara mana saja yang dimaksud, hanya menyebut daftarnya sama dengan daftar pemeriksaan ketat tahun 2015. Pengungsi yang berasal dari 11 negara itu harus menjalani pemeriksaan intelijen dan keamanan selama 90 hari terlebih dahulu.

Secara terpisah, sejumlah badan pengungsi menyebut 11 negara yang dimaksud adalah Mesir, Iran, Irak, Libya, Mali, Korea Utara, Somalia, Sudan Selatan, Sudan, Suriah dan Yaman. Semua negara itu, kecuali Korea Utara, adalah negara mayoritas muslim dan merupakan sumber pengungsi terbesar bagi AS di masamasa sebelumnya.

Negaranegara itu mewakili separuh dari jumlah pengungsi yang ditampung AS. Untuk tahu fiskal 2017, dari 53.716 pengungsi yang diterima AS, sebanyak 22.150 pengungsi di antaranya datang dari Suriah, Irak, Iran dan Somalia.