Antisipasi Teror Nataru, Anjing Pelacak Disiapkan di Stasiun Tugu

Untuk meningkatkan pengamanan selam liburan Natal dan tahun baru 2018, personel gabungan TNI/ Polri disiagakan di berbagi fasilitas publik, termasu di Stasiun Tugu, yang merupakan stasiun utama Kota Yogyakarta. Selain itu juga dikuati oleh dua ekor anjing pelacak (K-9) spesialis mengendus bahan peledak dan narkotika.

2 anjing pelacak setiap hari memutari area Stasiun Tugu untuk memeriksa adanya barang yang mengandung bahan peledak, narkoba atau barang berbahaya lainya. Kedua anjing terlatih ini selalu bersama dengan pelatihnya dari anggota kepolisian untuk melakukan pemeriksaan.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan K-9 yang diterjunkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang. K-9 perlu diterjunkan karena pengamana, di stasiun tersebut belum menggunakan metal detector.

“Kalau menggunakan metal detector nanti dinilai berlebihan. Karena itu, pada moment tertentu ada K-9. Untuk kali ini K-9 diterjunkan sampai akhir Nataru dan bisa diperpanjang jika diperlukan,” kata Eko Budiyanto di stasiun Tugu Yogyakarta, Sabtu (23/12/2017).

Kanit Satwa Dirshabara Polda DIY, AKP Dr Hewan Adi Purnomo, mengatakan 2 anjing pelacak yang disiagakan di stasiun Tugu memiliki kemampuan pada bahan peledak dan narkotika. Anjing yang bernama Dino dan Flas tersebut berusia sekitar 3 tahun merupakan anjing jenis Belgian Malinois ras dari Belanda.

Anjing efektif bekerja 30-40 menit kemudian harus diistirahatkan karena anjing juga bisa lelah dan stres. Kondisi lelah atau stres ini bisa dilihat dari ciri-ciri fisiknya seperti lidah yang menjulur panjang.

“Ini untuk antisipasi adanya ancaman teror bom dan antisipasi peredaran narkotika. Kalau menemukan bahan peledak akan duduk, kalau menemukan narkotika akan nggaruk atau menggonggong,” kata Adi Purnomo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *