Amarah Pria Bengis Bunuh Ibu dan Aniaya Istri Pakai Cangkul

Diman Jurianto (29) bertubi-tubi melayangkan cangkul serta sabit ke kepala ibu kandung, Enung Juhariyah (60), dan istrinya, Hera (30). Keributan di dalam rumah korban tersebut bikin geger warga setempat. Amarah pria bengis ini mengakibatkan Enung tewas, Hera kritis.

Keluarga itu menghuni rumah di Kampung Talun RT 05 RW 08, Desa Batukarut, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Keheningan malam di kampung ini mendadak mencekam gara-gara ulah durjana Diman, Senin (7/5), sekitar pukul 20.30 WIB. Warga berdatangan sewaktu Diman menyekap serta membantai ibu dan istrinya

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan menyebutkan proses penyekapan korban oleh pelaku berlangsung lama. “Hampir satu jam, pelaku menganiaya korban di dalam rumah,” kata Indra di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (9/5/2018).

Penyekapan itu diketahui oleh salah satu orang keluarganya. Dia langsung berlari melaporkan kepada warga dan Polsek Pamengpeuk.

Saat datang ke tempat kejadian perkara (TKP), Yaya melihat Enung dan Hera tidak berdaya di teras depan rumahnya. Kedua korban luka parah.Anggota Polsek Pamengpeuk bersama warga lainnya datang untuk menyelamatkan korban. “Terjadilah negosiasi antara petugas polsek, masyarakat juga ada. Namun setelah proses negosiasi tidak berhasil, anggota polsek dan Reskrim Polres Bandung melumpuhkan tersangka menggunakan alat pemadam kebakaran,” tutur Indra.

Insiden cangkul maut tersebut membekas di ingatan warga. Tak ada menyangka pelaku yang bekerja sebagai buruh ini bertindak keji.

“Korban sudah terkapar dan bersimbah darah, sekitar jam tujuh malam (Senin malam). Keduanya dianiaya Diman menggunakan cangkul dan sabit,” kata Yaya saat ditemui di kediamannya yang tidak jauh dari rumah korban, Rabu (9/5) malam.

Menurut dia, Diman dan Hera menumpang tinggal di rumah milik Enung. Rumah itu hanya dihuni bertiga oleh Enung, Diman dan istrinya.

Diman dan istrinya baru menikah dua tahun dan belum dikaruniai anak. Diman bekerja di Cimahi. Sebelum menumpang tinggal, Diman dan istrinya pernah mengontrak di Cimahi. Bahkan suasana horor itu terjadi usai Diman pulang bekerja.

Kedua korban berhasil dievakuasi ke rumah sakit pada pukul 22.00 WIB. Yaya ikut mengantarkan korban ke rumah sakit, dengan kondisi Enung mengalami banyak luka di bagian kepala, begitu pun istri Diman.

“Saat dilarikan ke rumah sakit kondisi Enung sudah lemas, sadar tapi matanya sudah tidak bisa dibuka. Sementara untuk istri Diman meski darah banyak keluar dari kepala belakangnya, masih sadar dan bisa baca istighfar,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Diman kepada penyidik, menurut Indra, motif kasus penganiayaan ini dipicu sakit hati pelaku gara-gara masalah keluarga. Diman sekejap murka tak terkendali.Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan berujar Enung mendapatkan tiga kali pukulan cangkul dan dua kali tebasan sabit. Sementara Hera mendapatkan tiga kali pukulan cangkul.

“Alat yang digunakan satu buah cangkul dan sabit. Dipukul cangkul tiga kali, terus sabit dua kali dan istrinya di pukul sabit tiga kali ke arah kepala. Ibunya tewas di rumah sakit, sementara Hera kondisinya kritis,” ujar Indra.

“Tersangka menduga istrinya pernah berboncengan dengan seorang laki-laki, menuduh istrinya selingkuh. Lalu ibunya menyarankan bercerai, itulah yang membuat sakit hati tersangka,” ucap Indra.

Kini Dirman mendekam di sel tahanan polisi. Dia terancam kurungan penjara selama 15 tahun karena melanggar Pasal 351 ayat 2 dan 3, dan atau Pasal 44 ayat 4 UU 23 tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *