Aksioma dan KSM 2017 di Yogya Resmi Dibuka

Yogyakarta Ajang Kreasi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2017 yang digelar di Yogyakarta resmi dibuka. Acara tersebut akan berlangsung mulai tanggal 712 Agustus di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin menerangkan ada empat jenis kegiatan utama dalam ajang ini. Pertama, Aksioma, kedua ada kompetisi sains madrasah, ketiga ada lomba karya tulis ilmiah dan keempat ada ekspo madrasah,

“Ada empat jenis kegiatan dalam kegiatan yang digelar mulai hari ini hingga tanggal 12 Agustus nanti,” kata Kamaruddin kepada wartawan, di kompleks Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (7/8/2017).

Di antara kegiatan aksioma meliputi perlombaan pidato Bahasa Arah, Inggris, Indonesia, Musabaqah Tilawatil Quran, hadrah, dan sejumlah kegiatan lainnya. “Untuk kegiatan kompetisi sains madrasah meliputi kompetisi MIPA dan pendidikan agama Islam,” ungkapnya.

Kamaruddin menegaskan, dalam ajang Aksioma dan KSM tingkat nasional 2017 ini, para peserta diminta untuk mengedepankan integritas dan sportifitas. “Tentu harus dengan integritas, sportifitas. Diharapkan ajang ini juga dapat meningkatkan pendidikan karakter,” katanya.

Dia mengatakan Aksioma dan KSM tingkat nasional 2017 ini diikuti 3 ribu siswa madrasah. Mereka tak lain adalah para juara madrasah di masingmasing provinsi. Namun ada juga beberapa peserta dari sekolah umum yang ikut serta. “Peserta ini tidak hanya dari madrasah, tapi juga sekolah,” katanya.

Kamaruddin menambahkan, pelaksanaan Aksioma tingkat nasional dilaksanakan tiap dua tahun sekali. Sementara KSM dilaksanakan setahun sekali. Dipilihnya Yogyakarta sebagai tuan rumah Aksioma dan KSM 2017, karena kota ini dinilai siap menyelenggarakan ajang ini.

“Untuk aksioma dilaksanakan sekali dalam dua tahun. Untuk KSM dilaksanakan sekali dalam setahun. Untuk penunjukkan tuan rumah, kami melihat Yogyakarta yang siap,” katanya.

Dia menambahkan untuk penilaian dalam perlombaan ini dipadukan antara mata pelajaran umum dan mata pelajaran agama. “Pembobotannya sekitar 80:20 persen,” pungkas dia.