Akhir Kisah Petualangan Raja Jambret Sadis di Bandung

Bandung Agun alias Tres (27) dicokok petugas Satreskrim Polrestabes Bandung lantaran aksi sadisnya membegal pasutri di Dago Bandung. Bukan hanya itu saja, pria yang dijuluki raja jambret ini sudah 60 kali beraksi di Kota Bandung.

“Berdasarkan pemeriksaan, tersangka ini sudah 60 kali melakukan aksi curas di Kota Bandung. Ini adalah raja jambret di Kota Bandung yang berhasil diungkap dan ditangkap,” ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Kamis (10/8/2017).

Hendro mengatakan Agun mulai melakoni aksi kejahatan jalanan sejak 2016. Sepak terjang Agun di antaranya membegal pasutri di Dago dan percobaan penjambretan mahasiswi di Jalan Soekarno Hatta, Bandung. Bahkan, raja jambret ini sudah dua kali masuk penjara sebelum tertangkap yang ketiga kalinya.

“Dalam setiap aksinya, dia sering bertukartukar pasangan. Dia residivis, sudah dua kali masuk penjara,” kata Hendro didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo memperlihatkan barang bukti hasil kejahatan Agun si Raja Jambret. Agun kerap beroperasi malam hari. Tempattempat sepi, menjadi lokasi favorit Agun melancarkan aksi durjana.

“Ratarata dia mengincar korban yang menggunakan tas selendang. Jadi caranya dia menarik tas korban dari belakang,” tutur Hendro.

Ptualangannya berakhir saat petugas Satreskrim Polrestabes Bandung mencokok Agun dikediamannya, Rabu (9/8) malam. Agun ditembak di bagian kaki kanannya karena melawan polisi.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti hasil kejahatan berupa 26 unit ponsel, 11 unit sepeda motor dan 2 tas wanita. Kini ia mendekam di sel Mapolrestabes Bandung. Ia dijerat Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan. Agun terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.