Agama dalam Bisnis Tubuh Perempuan

Terbongkarnya bisnis prostitusi melalui situs nikahsirri.com menambah panjang daftar penyalahgunaan teknologi informasi untuk kejahatan. Pemilik situs, AW, diduga melakukan tindak pidana pornografi dan penyalahgunaan transaksi elektronik. Dia dijerat Pasal 4, Pasal 29, dan Pasal 30 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Selain itu, AW pun dikenakan Pasal 27, 45, dan Pasal 52 ayat (1) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelum terungkapnya kasus ini, aparat berwenang kerap menggerebek transaksi jualbeli tubuh dengan media sosial seperti Facebook dan Whatsapp Group. Tapi hal yang membedakan dengan kasus sebelumnya, nikahsirri.com memanfaatkan nuansa agama untuk mencari korban dan menjaring pelanggan. Seolaholah mereka yang menggunakan media nikahsirri.com telah sah secara agama dan terhindar dari dosa akibat zina.

Saat membuka situs nikahsirri.com, kita langsung disapa dengan gambar seorang wanita dengan tulisan “Virgin Wanted, No Experiences Necessary” (dibutuhkan perawan, tidak butuh pengalaman). Kemudian ada penawaran menjadi mitra dengan potensi ratusan juta rupiah. Tagline nikahsirri pun cukup menggiurkan: “Mengubah Zinah Menjadi Ibadah.” Selain itu, nikahsirri.com akan membantu mempersiapkan segala prasyarat untuk nikah sirri.

Hal yang lebih gila, program nikah sirri menggunakan aplikasi android. Tinggal ketik nikahsirri di Playstore, akan muncul aplikasi yang bisa didownload dan dijalankan. Daftar calon mempelai, daftar penghulu, daftar saksi nikah, semua telah tersedia. Sementara lokasi untuk pernikahan bisa di mana saja.

Situs ini memaparkan alasan menyelenggarakan program nikah sirri. Antara lain untuk menolak perzinahan, membantu mencarikan pasangan, membantu pria untuk berpoligami, membantu pasangan menikah, dan membantu kaum yang belum beruntung. Untuk alasan terakhir, sekilas tujuannya sangat mulia. Tapi jika diselidiki justru berbahaya bagi masyarakat. Di sinilah muncul istilah “lelang keperawanan”.

Logika sesat yang dibangun adalah keperawanan merupakan aset berharga yang dimiliki oleh setiap wanita. Keperawanan ini bisa dimanfaatkan oleh mereka yang kurang mampu secara finansial untuk mendapatkan uang. Misalnya orang miskin yang membutuhkan biaya pengobatan, maka bisa menjual keperawanannya. Nah, untuk mendapatkan harga keperawanan yang sesuai dan cocok, perlu dilakukan secara profesional. Sehingga harga yang ditawarkan benarbenar bagus. Di sinilah urgensi lelang keperawanan. Dan nikahsirri.com berperan sebagai agen pemasarannya.

Kita melihat bagaimana agama dijadikan bungkus untuk melegalkan praktik jual beli keperawanan. Nikah sirri menjadi tamengnya. Perlu dijelaskan kembali, nikah sirri adalah pernikahan yang tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA). Prosesnya cukup mudah dan bisa dilakukan dengan segera. Jika ada dua orang yang ingin menikah secara sirri, tinggal menghubungi penghulu (biasanya kiai atau ustaz), mendatangkan saksi, dan juga wali nikah dari pihak wanita. Sementara jika ingin menikah resmi di KUA, membutuhkan beragam prasyarat. Seperti KTP, KK, dsb.

Meskipun mudah melakukan nikah sirri, tetapi risiko yang ditanggung pun cukup besar. Contohnya anakanak yang lahir dari nikah sirri tidak bisa memperoleh akte kelahiran. Ada juga pria hidung belang yang menikahi banyak wanita dengan cara nikah sirri. Setelah melakukan nikah sirri dengan perempuan satu, berlanjut ke wanita lainnya.

Meskipun mengetahui resikonya, masih banyak kaum muslim yang melakukannya. Peluang inilah yang ditangkap oleh pembuat situs nikahsirri.com. Persoalan ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Bagaimana meyakinkan umat Islam agar menghindari diri dari nikah sirri. Jika perlu, dikeluarkan fatwa atau sikap keagamaan yang melarang nikah sirri. Sebab banyak mudharat yang ditimbulkan nikah sirri.

Selain itu, tidak semua tradisi agama masih relevan dengan kondisi saat ini. Yang perlu dicari adalah nilai moral dari setiap doktrin agama. Nikah sirri tentu cocok pada zamannya, saat belum tercipta perangkat untuk menopangnya. Tetapi saat ini, ketika aturan negara mengenai pernikahan sudah ditetapkan, apakah nikah sirri masih cocok dilakukan? Sikap seperti ini jangan dianggap sebagai pandangan liberal yang akan mendegradasi makna agama. Justru kita ingin menjaga marwah agama dan menjadikan agama relevan pada setiap lintasan waktu.

Hal lain yang juga menjadi sorotan, situs ini kembali mengajak masyarakat melakukan poligami. Pernikahan Rasulullah SAW dengan banyak istri dijadikan rujukan bahwa poligami adalah kebaikan. Fazlur Rahman dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Peradaban mengkritik ahli hukum Islam yang kerap kelewatan mengubah pernyataan retorik atau etik alQuran ke dalam pernyataan hukum. Tetapi mereka juga tidak berusaha sekeras tenaga menetapkan norma hukum dari ayatayat yang jelasjelas bermuatan hukum. Misalnya dalam QS. 4: 3 (tentang poligami), alQuran tegas menyatakan lakilaki tidak boleh menikahi lebih dari satu istri jika dia khawatir tidak bisa berlaku adil.

Ayat tersebut, oleh para ahli hukum, tidak ditetapkan sebagai larangan untuk poligami. Ahli hukum justru menyerahkan masalah ini kepada suami untuk berbuat adil. Maka penting bagi umat Islam mendalami nilai etik alQuran secara terpisah kemudian baru merumuskan hukumhukumnya (2017: 386397). Dengan kata lain, bagi Fazlur Rahman, ayat ini semestinya dijadikan landasan untuk melarang praktik poligami.

Kasus nikahsirri.com menampilkan banyak wajah buruk persoalan di masyarakat. Mulai dari penyalahgunaan media digital, maraknya bisnis esekesek, cara instan mendapatkan penghasilan, hingga kedangkalan dalam memahami agama. Semuanya harus diselesaikan secara tuntas. Tanggung jawabnya tidak hanya pada aparat keamaanan, melainkan juga tokoh agama. Jika aparat bermain dalam wilayah hukum, maka tokoh agama bergerak dalam wilayah kesadaran umat. Sehingga kejahatan berbalut agama seperti nikahsirri.com bisa dihilangkan.