Ada Penumpang Mabuk, Pesawat Qantas Putar Balik ke Perth

Perth Sebuah pesawat milik maskapai Australia, Qantas Airways tujuan Brisbane terpaksa putar balik ke Perth. Penyebabnya, salah satu penumpang mabuk dan mengacau di dalam kabin selama penerbangan domestik tersebut.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir media Australia, Sydney Morning Herald, Rabu (19/7/2017), Qantas menyebut pesawat dengan nomor penerbangan QF652 tujuan Brisbane, terpaksa kembali ke Perth setelah mengudara selama 1 jam pada Rabu (19/7) pagi waktu setempat.

Penyebab pesawat ini terbang kembali ke Perth, karena seorang penumpang pria yang mabuk berulang kali tidak mematuhi instruksi kru pesawat.

Penumpang pria yang tidak disebut namanya itu, langsung ditemui polisi begitu pesawat mendarat di Perth. Media lokal, WAtoday, mendapatkan rekaman video amatir yang menunjukkan pria itu melakukan perlawanan saat akan diamankan oleh tiga personel Kepolisian Federal Australia (AFP).

Penumpang mabuk di pesawat Qantas tujuan Brisbane Foto: Cameron Longworth
Video itu menunjukkan penumpang pria itu dalam kondisi mabuk parah dan memberikan perlawanan saat polisi akan memborgolnya. Dalam video amatir itu, seorang polisi terdengar berkata: “Kami akan menggunakan Taser (senjata kejut listrik) pada Anda, letakkan tangan Anda di belakang.”

“Taser, Taser, Taser,” teriak polisi lainnya. Pria itu kemudian merespons dengan katakata makian. Dibutuhkan setidaknya satu menit bagi polisi untuk mengamankan pria itu keluar dari pesawat. Pria itu terus melawan saat dibawa keluar.

Salah satu penumpang yang enggan disebut namanya, menyebut pria itu sudah terlihat mabuk sebelum pesawat lepas landas dari Perth. Penumpang ini menyebut, pria itu terlihat membawa minuman beralkohol yang kemudian diambil oleh awak pesawat. Pria itu sempat dibawa ke bagian belakang pesawat oleh para awak, tapi kemudian pria itu bergerak ke depan pesawat, sehingga pilot memutuskan untuk terbang kembali ke Perth.

“Dia tidak agresif, tapi dia berdiri di dekat para pramugari meminta lebih banyak minuman (beralkohol),” tuturnya.

Secara terpisah, juru bicara Kepolisian Federal Australia membenarkan pihaknya mengamankan seorang pria setelah pesawat Qantas terbang kembali ke Perth. “Pria itu kemudian ditangkap dan akan dijerat dakwaan pidana termasuk gagal mematuhi instruksi awak pesawat, menyerang awak pesawat, menghalangi polisi dan melukai seorang polisi persemakmuran. Penyelidikan hal ini terus berlanjut,” terang juru bicara Kepolisian Federal Australia.

Penerbangan tertunda selama 3 jam akibat insiden ini. Pesawat akhirnya putar balik ke Brisbane sekitar pukul 08.30 waktu setempat.