Abaikan Trump, Iran Klaim Sukses Uji Coba Rudal

Iran mengklaim telah sukses menguji rudal jarak menengah mereka. Uji coba itu tetap dilakukan meski kini Iran tengah ditekan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait program uji coba balistik mereka.

Dilansir BBC, Sabtu (23/9/2017), peluncuran rudal jarak menengah yang diberi nama Khoramshahr itu ditayangkan melalui siaran televisi. Namun, tidak jelas di mana letak lokasi peluncuran rudal tersebut.

Rudal Khoramshahr pertama kali ditunjukkan saat parade militer di Teheran, Jumat (22/9). Rudal ini punya kemampuan mengangkut beberapa hulu ledak, bisa menempuh jarak 2 ribu kilometer (1.242 mil).

Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani telah menegaskan untuk meningkatkan kemampuan rudalnya dan tak akan meminta izin dari negara manapun untuk melakukan hal itu. Dalam pidatonya di Teheran, Rouhani menekankan Iran tak akan berhenti meningkatkan kekuatan militernya.

“Kita akan meningkatkan kekuatan militer kita sebagai pencegah. Kita akan meningkatkan kemampuan rudal kita. Kita tak akan meminta izin dari siapapun untuk membela negara kita,” tegas Rouhani dalam pidato saat parade Angkatan Bersenjata hari Jumat kemarin yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

“Semua negara di dunia mendukung kesepakatan nuklir di Majelis Umum PBB tahun ini, kecuali Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel),” cetus Rouhani, seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (22/9).

Komentar Rouhani itu disebutsebut akan meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Sebab sebelumnya dalam pidatonya di sidang Majelis Umum PBB, Trump menuding Iran memproduksi rudalrudal “berbahaya” dan mengekspor kekerasan ke Yaman, Suriah dan negaranegara lainnya.

Trump juga mengkritik kesepakatan nuklir yang dicapai Iran dan enam negara kekuatan dunia AS, Inggris, Prancis, China, Rusia dan Jerman pada 2015 lalu. Dalam kesepakatan itu, Teheran setuju untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan dilonggarkannya sanksisanksi ekonomi.

Namun Trump menyebut kesepakatan nuklir tersebut telah mempermalukan AS. Trump juga menuding Iran memanfaatkan kekayaannya untuk mendukung rezim Presiden Suriah Bashar alAssad, pemberontak Houthi di Yaman dan membahayakan perdamaian di Timur Tengah.

Juli lalu, AS baru saja memberikan sanksi baru kepada Iran terkait program rudal balistik. AS menyebut program itu sebagai dukungan Iran ke organisasi teror.