9 Pemuda Diringkus Polisi Gara-gara Rebutan Bunga Desa

Gara-gara rebutan seorang gadis yang menjadi bunga desa, 9 pemuda asal Desa Wonorejo, Kecamatan Trowulan, Mojokerto nekat mengeroyok pemuda kampung lain. Akibat ulah mereka, korban mengalami luka parah di wajah dan kepalanya.

Kapolsek Trowulan Kompol M Sulkan mengatakan, aksi pengeroyokan ini berawal saat korban Abdur Rohim (16), pelajar SMK asal Desa Gemekan, Kecamatan Sooko mengantar kekasihnya pulang ke Desa Wonorejo, Sabtu (1/7) sekitar pukul 23.00 Wib.

Saat perjalanan pulang, korban bersama seorang temannya dihadang oleh Angga August Aditiya (20), M Ainul Yakin (21) dan tujuh pemuda lainnya yang semuanya warga Desa Wonorejo. Angga menegur korban karena merasa cemburu mantan pacarnya diajak jalan sampai pulang malam. Diam-diam pelaku masih suka terhadap bunga Desa Wonorejo itu.

“Saat itu terjadi salah paham, akhirnya korban dan pelaku MAY (M Ainul Yakin) berkelahi,” kata Sulkan kepada wartawan, Selasa (4/7/2017).

Lantaran terdesak, korban pun melarikan diri. Namun, korban berhasil ditangkap kesembilan pelaku setelah 15 menit kabur di depan musala Dusun Pandansili, Desa Wonorejo. Di tempat itu, korban dokeroyok oleh sembilan pemuda. Bogem mentah para pelaku menghujani wajah dan kepala korban. Teman korban saat itu hanya bisa menonton lantaran takut dikeroyok.

“Korban mengalami luka memar di kepala, wajah dan mata,” ujar Sulkan.

Oleh temannya, Rohim yang luka parah di wajah dan kepala, diantar pulang ke rumahnya. Kondisi korban yang babak belur membuat kakak kandungnya, Hera Safitri (33) tak terima. Setelah mengantar adiknya berobat ke RSI Sakinah, sang kakak pun melapor ke Polsek Trowulan.

“Dari keterangan korban hanya mengenali pelaku MAY alias Kentung, kemudian paginya (2/7) kami tangkap pelaku di rumahnya,” terangnya.

Dari penangkapan Ainul Yakin, lanjut Sulkan, pihaknya mengembangkan ke delapan pelaku lainnya. Di hari yang sama, kesembilan pemuda Desa Wonorejo itu diringkus.

Tujuh pelaku lainnya adalah Andi Fajar Maulana (19), Isfan Fajar Setia (20), Ja’far Shodiq (25), Zahrul Albi (20), Eko Yondra (21), Fiki Setiawan (21) dan Hariyanto (26). “Para pelaku kami jerat Pasal 170 KUHP, ancaman hukumannya 9 tahun penjara,” tegas Sulkan.

Sementara Angga mengaku tak sedikit pun memukuli korban. Menurut dia, saat itu dirinya hanya berniat menegur korban agar tak mengulangi perbuatannya yang mengajak jalan mantan kekasihnya hingga larut malam. Namun, korban justru memukul temannya, Ainul Yakin sehingga perkelahian terjadi.

“Dia (korban) mengantar pulang mantan saya jam 11 malam, saya masih suka makanya saya cemburu,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *