86 Negara Jadi Peserta Olimpiade Fisika di Yogyakarta

Yogyakarta International Physics Olympiad (IPhO) 2017 digelar di Yogyakarta. Sebanyak 86 negara turut dalam ajang yang berlangsung pada 1624 Juli 2017 ini.

Sebagai tuan rumah, Indonesia menugaskan lima orang siswa terbaiknya untuk berkompetisi dalam aajang ini.

Ajang kali ini menjadi yang kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah. Sebelumnya, Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun 2002 yang saat itu IPhO dilaksanakan di Bali.

Dalam kesempatan ini, Indonesia sebagai tuan rumah mengajak 86 negara peserta IPhO 2017 untuk membangun jejaring Komunitas Fisika, sehingga dapat berperan aktif mengatasi tantangan permasalahan global.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dirjen Dikdasmen Kemendikbud), Hamid Muhammad, menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan dan masa depan pendidikan dihadapkan pada tantangan pembangunan global berkelanjutan yang sangat krusial.

Tantangan itu, menurut Dirjen Hamid, di antaranya berupa ketimpangan pembangunan, kemiskinan, kesehatan, krisis energi dan kerusakan lingkungan karena pembangunan fisik yang tidak ramah lingkungan, dan bersifat tidak berkelanjutan.

“Tantangan ini dapat dijawab melalui pendidikan sains, khususnya fisika yang berkualitas,” ujar Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (18/7/2017).

Hamid melanjutkan, penguasaan bidangbidang yang fokus pada perubahan dan keberlanjutan masa depan dan kehidupan umat manusia diperlukan. Hal ini untuk dinilai penting demi menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

“Contohnya (penguasaan) kecerdasan buatan bidang teknologi aeronautka (pengkajian pesawat terbang dan roket), dan ruang angkasa. Sektor pengembangan energi terbarukan yang handal mudah dan bersih, inovasi penyembuhan penyakit seperti kanker, pengembangan vaksin, dan obatobatan,” urainya.

Sehingga, kata Hamid, ajang IPhO bukan sekedar menjadi sarana berkompetisi, tapi juga menyemai benihbenih saling memahami antar bangsa, dan terwujud persahabatan dan kerja sama bidang fisika dan pendidikan sains yang berkualitas.

“Saya meyakini para peserta IPhO merupakan calon ilmuwan muda dunia, yang akan memperoleh pengalaman berharga, sehingga lebih menyukai Ilmu Fisika. Kecintaan itu diungkapkan dengan berperan lebih jauh lagi untuk menjawab tantangan pembangunan dunia,” pesan Hamid.

IPhO merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan secara individual, bagi siswa jenjang sekolah menengah atas. Para peserta mengikuti dua jenis tahapan lomba yaitu tahap teori, dan praktik. Masingmasing negara dapat mengirimkan maksimal lima orang peserta dengan dua guru pendamping.