80 Hektare Hutan di Mojokerto Terbakar

Musim kemarau tahun ini, kebakaran telah menghanguskan 80,5 hektare hutan di Mojokerto. Ironisnya, penyebab kebakaran didominasi faktor kesengajaan manusia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto M Zaini mengatakan, sampai hari ini terjadi 19 kali kebakaran hutan dan 2 kali kebakaran lahan.

Luas hutan yang kini menjadi arang mencapai 80 hektare, sedangkan 2,8 hektare lainnya lahan tebu. Jenis hutan yang terbakar meliputi hutan lindung, hutan produksi, taman hutan raya (tahura) dan hutan rakyat.

“Hutan yang terbakar milik Tahura 49 hektare, Perhutani 31,5 hektare,” kata Zaini saat dihubungi detikcom, Minggu (24/9/2017).

Ironisnya, lanjut Zaini, belasan kali kebakaran hutan yang terjadi di wilayahnya didominasi faktor kelalaian dan kesengajaan manusia. Salah satunya ulah para pendaki yang lupa mematikan api unggun saat berkemah di hutan.

“Hutan jati kalau dibakar lebih bagus. Oleh karena itu diakui atau tidak, Perhutani dan LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) melakukan perawatan cepat dengan melakukan pembakaran,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata Zaini, pihaknya meminta semua pihak tak membakar apapun di hutan dengan alasan apapun. “Kami juga bersinergi dengan LMDH untuk membantu mengamankan hutan,” terangnya.

Selama musim kemarau belum berkahir, tambah Zaini, tak menutup kemungkinan kebakaran hutan dan lahan akan semakin meluas.

“Titik rawan kebakaran hutan meliputi wilayah Pacet, Trawas, Gondang, Jatirejo, Kemlagi, Jetis dan Dawarblandong,” tandasnya.