79 Ekor Hewan Kurban di Trenggalek Terkena Cacing Hati dan TB

Trenggalek Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek memastikan jumlah hewan kurban yang positif mengandung cacing hati dan TB (Tuberculosis) mencapai 79 ekor.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian Dan Pangan Trenggalek, Budi Satriawan mengatakan, hewan yang positif cacing hati atau Fasciola sebanyak 62 ekor. Dengan rincian sapi 41 ekor dan kambing 21 ekor.

“Sedangkan yang positif TB 17 ekor. Dengan rincian kambing 10 ekor dan sapi tujuh ekor. Kalau Fasciola banyak terdapat pada sapi sedangkan TB lebih banyak kambing,” kata Budi Satriawan saat dihubungi, Sabtu (2/9/2017).

Temuan tersebut terjadi di 9 dari 14 kecamatan yang tersebar dari seluruh Kabupaten Trenggalek. Seluruh hewan kurban tersebut telah mendapat penanganan dari petugas veteriner.

“Kalau untuk yang terkena cacing hati, organ hatinya tidak boleh dikonsumsi, sedangkan untuk yang terkena TB, maka paruparunya yang tidak boleh dimakan,” imbuhnya.

Budi menjelaskan, jumlah tersebut dimungkinkan bertambah. Karena sebagian data dari petugas lapangan belum masuk. Apalagi, hari ini masih ada proses penyembelihan hewan kurban.

“Kami masih akan melakukan pemantauan, terutama di lokasilokasi yang banyak hewan kurbannya,” katanya.

Kata dia, proses pengawasan hewan kurban tersebut sekaligus digunakan sebagai sarana untuk mengedukasi masyarakat tentang berbagai penyakit hewan yang perlu mendapatkan kewaspadaan dari masyarakat.

“Tadi juga sempat ada yang tanya, kalau dagingnya boleh dikonsumsi apa tidak, kami jelaskan kalau daging aman,” imbuhnya.

Dia menerangkan, untuk pengenalan awal sapi maupun kambing yang terkena cacing hati dengan mengamati kondisi hati. Bila ujung hati lancip maka dimungkinkan sehat, namun bila ujung hati tumpul atau benggak maka hampir dipastikan tidak aman.

“Meskipun lancip tetap perlu dibelah untuk memastikan ada tidak cacingnya. Sedangkan untuk TB ciricirinya, pada paruparu itu terasa kasar seperti berpasir apabila dipegang,” jelasnya.