56 Napi di Rembang Dapat Remisi, 3 di Antaranya Bebas

Rembang Pada momentum perayaan HUT ke72 RI, ada 56 napi Rumah Tahanan kelas II B Rembang mendapatkan remisi. Tiga di antaranya langsung bebas.

Tiga napi yang mendapat remisi langsung bebas di antaranya Muhammad Nasihudin warga Kecamatan Sedan, Shodiqin warga Desa Babadan Kecamayan Kaliori, dan Danang.

Pemberian SK remisi dilakukan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz kepada salah satu perwakilan napi penerima remisi. Bupati mengaku Pemerintah Kabupaten Rembang ke depan akan turut mendukung pembangunan sarana dan prasarana di Rutan kelas II B Rembang.

“Jadi kami sudah bicara dengan kepala lapas, apa yang bisa kita bantu. Karena bagaimanapun lapas ini adalah tempat manusia yang harus dihargai. Jangan sampai, hanya karena persoalan fasilitas akan merusak citra lapas, akan mengganggu kemerdekaan seseorang,” kata Abdul Hafidz, Kamis (17/8/17).

Melalui Bupati, pemerintah tak sungkan memberikan bantuan, jika memang anggaran dari Kementerian Hukum dan HAM belum ada anggaran, maka pihaknya siap memfasilitasi.

Sementara itu, salah satu narapidana yang mendapatkan remisi langsung bebas, Sodikin mengaku senang atas remisi yang diterimanya. Kurang lebih 19 bulan, dirinya menjadi warga binaan di Lapas Rembang.

Setelah keluar dari tahanan, Sodikin mengaku, belum tahu pasti apa yang akan ia lakukan pasca menjadi warga binaan. Selama menjalani hukuman, ia mengaku mendapatkan pelatihan keterampilan pertukangan, yang kemungkinan besar, akan dijadikan bekal untuk bekerja.

“Ya senang, saya sudah 19 bulan di sini. Pengalaman kerja diajari buat kursikursi, kerajinan,” kata Sodikin.

Sementara itu Kepala Lapas Ruspriyatno mengaku, ada 4 narapidana yang remisinya masih menunggu persetujuan persetujuan Direktorat Jendral Pemsyarakatan, Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Keempatnya merupakan warga binaan yang mendapatkan Remisi Umum Pidana Khusus, yang dalam hal ini, Korupsi dan Terorisme.

Dalam rincian, Agustus tahun ini, Pidana Umum (RU I) napi yang mendapatkan pengurangan masa hukuman satu bulan ada 28 orang, dua bulan 10 orang, tiga bulan 9 orang, empat bulan 6 orang, dan 3 orang mendapatkan potongan masa hukuman lima bulan.