5 Siswa Indonesia Ini Siap Berlaga di Olimpiade Fisika Internasional

Yogyakarta Sebanyak 5 siswa terbaik menjadi wakil Indonesia dalam ajang International Physics Olympiad (IPhO) 2017. Kompetisi yang digelar di Yogyakarta ini diikuti oleh peserta dari 86 negara di dunia.

Para peserta dari Indonesia yakni Bonfilio Nainggolan (SMAN 48 Jakarta), Gerry Widiarto (SMAN MH Thamrin Jakarta Timur), Ferris Prima (SMAK Penabur Gading Serpong), Faizal Husni (SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan), dan Fikri Makarim (SMA IT Albinaa IBS Bekasi).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad, menyampaikan bahwa IPhO sangat penting bagi Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan karakter anakanak Indonesia.

IPhO juga, kata dia, merupakan salah satu puncak pembinaan bakat dan prestasi di bidang ilmu fisika bagi sekitar 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia.

“Bersamasama dengan para dosen perguruan tinggi, para guru, dan pemerintah daerah kami melakukan pemanduan bakat, pembinaan dan seleksi secara berjenjang di bidang sains,” ujar Hamid dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (18/7/2017).

Hamid mengungkapkan setiap tahunnya ada 5.000 siswa mengikuti olimpiade sains fisika tingkat daerah. Sekitar 90 siswa terbaik kemudian mengikuti olimpiade sains fisika tingkat nasional.

“Kami membangun ukuran dan mekanisme olimpiade sains secara terpadu untuk mendorong para siswa menyukai sains dan menumbuhkan karakter baik mereka melalui sains,” tuturnya.

Bagi Indonesia, kata Hamid, peningkatan kualitas dan pembangunan karakter anakanak Indonesia menjadi tujuan utama. Hal ini terlihat pada proses integrasi seleksi yang dilakukan untuk mengikuti perhelatan internasional ini.

“Ada kurang lebih 53 juta anak Indonesia, dan IPhO merupakan puncak dari seluruh rangkaian pembinaan bakat dan prestasi peserta didik di seluruh Indonesia dalam bidang Fisika,” jelasnya.

Hamid menjelaskan embinaan bakat dan prestasiberlangsung secara terintegrasi bersama dengan dosen perguruan tinggi, para guru, dan pemerintah daerah (Pemda) melakukan pemanduan bakat pembinaan dan seleksi secara berjenjang.

“Kami selenggarakan Olimpiade Fisika dan delapan bidang sains lainnya untuk semua siswa siswa terbaik di Indonesia,” kata Hamid.

Seleksi itu berlangsung mulai dari tingkat sekolah, daerah, kabupaten kota, hingga nasional. Sehingga, terdapat aturan dan mekanisme seleksi yang terpadu, untuk dapat mendorong para siswa mencintai Sains.

Ferris Prima sebagai wakil dari Indonesia di ajang IPhO 2017 menambahkan bersama keempat wakil lainnya telah mendapatkan berbagai pembekalan materi, pelatihan soal, diskusi, dan lainnya dari para pembimbing. Mereka menargetkan medali emas di ajang ini.

“Kami akan berusaha yang terbaik,” kata siswa kelas XII itu.