431 Jemaah Wafat di Tanah Suci, Jauh Lampaui Angka Tahun Lalu

Tahun lalu, jemaah wafat di Tanah Suci berjumlah 342. Tahun ini saat proses haji belum berakhir, 431 jemaah wafat. Ini penyebab lonjakan jumlah jemaah wafat.

Kasi Penghubung Kesehatan Daerah Kerja Mekah, Ramon Andreas, menjelaskan tahun ini jumlah jemaah Indonesia jauh lebih banyak dibanding tahun lalu. Naik lebih dari 50 ribu. Selain itu, kondisi cuaca di Saudi cukup ekstrem pada musim haji tahun ini.

“Perkiraannya, suhu di Mekah 4346 celsius, tapi di lapangan suhu mencapai 52 celsius dengan kelembaban rendah,” kata Ramon, Rabu (13/9/2017).

“Apalagi di Madinah, suhunya jauh lebih panas (dibanding Mekah),” sambungnya.

Ramon menambahkan dari 431 jemaah wafat, 342 di antaranya berumur di atas 60 tahun. Artinya, mereka memang dalam kondisi risiko tinggi (risti). Belum lagi jemaah yang membawa penyakit bawaan dari Tanah Air.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), per 12 September, 431 jemaah Indonesia wafat di Tanah Suci. Jumlah itu terdiri dari 5 wafat di Jeddah, 302 di Mekah, 37 di Madinah, 20 di Arafah, 67 di Mina. Sebanyak 18 orang di antaranya merupakan haji khusus.

Saat ini, jemaah Indonesia di Mekah terus berkurang karena diterbangkan ke Tanah Air via Jeddah sejak Rabu (6/9) dan akan berlangsung hingga Rabu (20/9). Di sisi lain, sebagian digeser ke Madinah sejak Selasa (12/9) kemarin. Proses pemulangan via Madinah dimulai pada Kamis (21/9) hingga Jumat (6/10).