3 Parpol Berebut Posisi Cawagub, Ridwan Kamil Khawatir Pecah Kongsi

Ridwan Kamil belum menentukan bakal cawagub yang akan mendampinginya di Pilgub Jabar 2018. Dia khawatir, bila parpolparpol pengusungnya berebut posisi cawagub tanpa kata sepakat, koalisi yang sudah terbentuk akan pecah kongsi.

“Pada dasarnya keputusan wakil ternyata harus dimusyawarahkan, termasuk Kang Daniel, yang jadi usungan dari Golkar harus dimusyawarahkan,” kata Ridwan Kamil di Hotel Merlynn, Jalan Hasyim Azhari, Jakarta Pusat, Sabtu (2/12/2017).

Pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan formula musyawarah terhadap tiga partai pengusung sedang dicari. Sebab, Emil tidak ingin keputusan akhir terkait wakilnya bisa memecah koalisi partai.

“Yang saya tak harapkan jika satudua partai berpisah hanya garagara perbedaan pendapat,” ujarnya.

Emil pun memastikan hasil musyawarah tersebut bisa diumumkan pada Desember ini. Sebab, pada Januari 2018, KPU sudah membuka pendaftaran pasangan calon dari jalur parpol.

“Di bulan ini pasti, nggak akan lebih dari minggu ketiga. Makanya Kang Daniel harus sosialisasi supaya bisa diterima rakyat,” tutur Emil.

Seperti diketahui, tiga partai pengusung, yakni Golkar, PPP, dan PKB, berebut soal calon wakil gubernur untuk mendampingi Wali Kota Bandung itu di Pilgub Jabar. Sementara itu, Partai NasDem tidak mengajukan calon tapi menyarankan digelarnya konvensi untuk menentukan cawagub Emil.

Golkar mengusung kader muda terbaiknya, yakni Daniel Mutaqien. PPP memberi usulan nama kadernya, yaitu Uu Ruzhanul Ulum, yang juga Bupati Tasikmalaya.

Sementara itu, PKB menyetor 4 nama, yakni Sekretaris Fraksi PKB Cucun A Syamsurijal, anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq, Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda, dan Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini.