2 Fosil Dinosaurus Dilelang di Paris, Siapa Tertarik Membeli?

Paris -Fosil dinosaurus allosaurus dan diplodocus dilelang di rumah lelang di Paris, Prancis pekan ini. Fosil hewan purbakala itu dijual sebagai benda interior moderen bagi mereka yang memiliki ruang tamu yang cukup besar.

“Pasar fosil kini tak hanya bagi kalangan peneliti,” kata Lacopo Briano of Binoche et Giquello, rumah lelang yang melelang dua fosil dinosaurus, seperti dikutip AFP, Selasa (10/4/2018).

“Dinosaurus menjadi barang dekorasi natural yang keren, dan trendi, seperti lukisan,” kata pakar asal Italia dan menambahkan bahwa aktor Hollywood Leonardo DiCaprio dan Nicolas Cage merupakan fans ornamen bersejarah raksasa itu.

Orang Menyukai Fosil Gigi
Cage, bagaimana pun juga, telah mengembalikan fosil langka tyrannosaurus bataar, sepupu terdekat T-Rex, yang dibelinya pada 2007 setelah tahu fosil itu merupakan barang ilegal dan dicuri dari Mongolia.

Tulang-tulang dinosaurus semakin banyak menghiasi lemari kolektor, seperti kerangka theropoda, yang diperkirakan harganya akan mencapai 1,5 juta euro (USD 1,84 juta) ketika naik untuk lelang pada Juni mendatang.

Pembeli China

“Untuk dua-tiga tahun belakangan ini China menjadi tertarik dengan palaentologi dan telah mencari spesimen besar dari dinosaurus di tanah mereka, untuk koleksi museum atau untuk individual,” kata Briano.

Briano menambahkan pembeli baru kini harus bersaing dengan perusahaan multinasional yang kaya raya seperti Eropa dan Amerika, yang telah menjadi pelanggan bagi fosil dinosaurus.

Pada 1997, Mc Donald dan Walt Disney merupakan salah satu donatur yang menghabiskan biaya USD 8,36 juta untuk membeli Sue, fosil Tyrannosaurus yang paling lengkap dan awet yang pernah ditemukan untuk Field Museum of Natural History di Chicago, AS.

“Jutaan orang datang untuk melihatnya, itu merupakan publisitas besar untuk perusahaan mereka,” kata Eric Mickeler, pakar sejarah alam untuk rumah lelang Aguttes.

Ahli paleontologi mengakui bahwa fosil-fosil yang masuk hanya menarik minat para peneliti, tapi spesimen yang layak untuk masuk lelang, seperti kasus Sue, dibeli dalam rangka perlindungan.

Pasar fosil akan tetap kecil, dan “tidak untuk semua orang” kata Mickeler.

Hanya sekitar lima fosil dinosaurus yang dilelang dari seluruh dunia setiap tahunnya.

Allosaurus yang mulai dijual pada Rabu (11/4) besok itu, merupakan salah satu di antara 87 artefak yang dianggap “kecil” dengan ukuran 3,8 meter (12,5 kaki).

Diperkirakan fosil allosaurus itu akan mencapai 650 ribu euro. Sementara harga fosil diplodocus yang berukuran lebih besar, dengan panjang 12 meter dari hidung hingga ekor, ditaksir mencapai 450 ribu-500 ribu euro.

Sebabnya, fosil dinosaurus karnivora memang lebih disukai dan harganya lebih tinggi dibanding herbivora. “Orang-orang lebih menyukai taring,” kata Mickeler.

Harga fosil itu juga akan bertambah jika terlihat ada bekas luka pertikaian atau sakit yang tidak tersembuhkan, dan jika dinyatakan langka, memiliki tingkat verifikasi keaslian yang tinggi, dan struktur tulang-tulang yang impresif.

“Kami baru saja menjual fosil cantik ke keluarga Venesia, mereka memiliki ruang besar yang lapang untuk memajang fosil tersebut,” kata Briano.

Tapi Ronan Allain, palaentologis dari Natural History Prais, mengkritik “harga yang tidak masuk akal”.

“Ini dunia mewah, bukan untuk orang-orang seperti kita,” katanya.

“Kami dapat memutuskan untuk membelinya secara pre-emptif, tetapi untuk theropod, misalnya, itu berarti mengupas lebih dari satu juta,” katanya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *