2.000 Anak Muda Surabaya Ikuti Digital Development Program 2018

Animo warga Surabaya mengikuti Digital Development Program 2018 sangat tinggi. Sedikitnya, lebih dari 2.000 anak muda hadir mengikuti seleksi untuk bergabung di tim TransMedia.

Di tahun ini, Surabaya merupakan kota pertama dalam rangkaian program yang akan diadakan di tiga kota besar lainnya seperti Bandung, Yogyakarta dan Jakarta.

Direktur Operasional TransMedia, Latif Harnoko mengatakan potensi Surabaya di bidang digital cukup besar. Hal inilah yang menjadi alasan Surabaya menjadi kota pertama yang dikunjungi tim TransMedia.

Sementara tujuan dari diadakannya program ini, lanjut Latif Harnoko, untuk mengembangkan dan menjaring bakat anak muda di dunia digital. Hal ini melihat dari perkembangan era digital yang cukup pesat di Indonesia.

“Saya percaya potensi generasi kids zaman now. Potensi ini ada di Indonesia, saya ingin Indonesia tidak akan bergantung pada orang luar,” ujar Direktur Detikcom, Latif Harnoko di Surabaya, Minggu (25/2/2018).

Di hari pertama ini, peserta yang mendaftar akan mengikuti tes kemampuan dasar atau psikotes. Dalam psikotes ini akan menjaring sekitar 10-15% peserta untuk selanjutnya mengikuti tes wawancara. Namun, untuk jumlah patokan kuota yang diambil, Latif Harnoko tidak memiliki target, karena hal ini melihat dari kemampuan setiap individu yang mendaftar.

“Belum ada patokan berapa yang diambil. Kami memiliki standar yang tinggi, misal standar kami itu B, nanti yang akan lulus itu yang predikatnya A bahkan A+,” kata pria yang akrab disapa Noko ini.

Sementara yang nanti lolos seleksi psikotes dan wawancara, selanjutnya akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan.

“Penempatannya di pusat, nanti akan diajari ilmu secara menyeluruh tentang dunia digital kurang lebih satu bulan lah,” kata Noko.

Noko berharap bisa menemukan potensi dan bibit-bibit unggul yang ada di Indonesia. Namun, dia sadar akan tantangan jika semua pencarian ini harus melewati proses. Karena baginya, untuk mencari berlian, tidak semudah mencari barang biasa.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *