193 Pelukis Ramaikan Pasar Seni Peringati HUT Jatim

Surabaya Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) menggelar pameran lukisan, peringati HUT ke72 Jatim. Pameran lukisan ke10 yang diselenggarakan Sanggar Merah Putih, digelar di Jatim Expo Surabaya. Mulai 1322 Oktober 2017.

“Jumat nanti adalah acara pembukaan, Pakde Karwo nanti turut meresmikan pembukaan PSLI,” kata Ketua Sanggar Merah Putih M. Anis kepada wartawan di Jatim Expo, Rabu (11/10/2017).

Acara ini digelar agar pembeli dan penjual dapat bertemu secara langsung untuk melakukan transaksi. Ini untuk menghindari pihak ketiga atau makelar yang biasanya mengambil untung banyak, namun merugikan penjual dan pembeli.

“Tujuannya di sini, pembeli dan penjual samasama mendapatkan harga yang bagus. Di sini penjual dan pembeli bisa bertemu dan melakukan transaksi,” ujar Anis.

Sebanyak 193 pelukis, yang menempati 150 booth berasal dari Indonesia. Di antaranya, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Lombok, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, bahkan dari Belanda.

“Pelukis yang datang (peserta) adalah pelukis yang lukisannya memang untuk dijual untuk membiayai hidupnya. Nantinya ada 68 ribu lukisan dijual. Nanti yang datang nggak cuma dari Jawa Timur, tapi juga dari luar pulau seperti Kalimantan, Bali, bahkan ada yang dari Belanda. Ya, kita terbuka saja, kalau mau ikut ya monggo (silahkan),” ujar Anis.

Tahun lalu, sebanyak 358 lukisan terjual selama 10 hari pelaksanaan PSLI, dengan transaksi sebesar Rp 1,7 miliar. Karena itu, Anis akan memasang target penjualannya lebih tinggi.

“Tahun ini kami memasang target penjualan sebesar Rp 3 miliar, melihat bukan saja karena faktor ekonomi tetapi juga meningkat pula apresiasi masyarakat terhadap karya seni. Selain itu, kualitas dari lukisan juga meningkat, sehingga lebih banyak diminati orang. Jadi tak hanya transaksi kami juga mau melakukan fungsi edukasi dengan cara mengajak para pelajar untuk datang dan melihat serta mengapresiasi hasil lukisan,” ujarnya.

Meski jumlah transaksi mencapai miliaran rupiah, Anis mengaku tidak mendapat komisi sepeser pun dari penjualan lukisan.

“Penyelenggara tidak memungut komisi. Biaya penyelenggaraan kami bekerjasama dengan Pemprov dan pihakpihak lainnya yang mendukung acara ini,” tandasnya.

Event PSLI yang berlangsung 10 hari, ini juga ada beberapa kegiatan. Yakni, Mengenang Pemusik Leo Kirsti, Sabtu (14/10), lomba melukis untuk anak, Minggu (15/10), Festival Musik dan Dance tingkat SAM/SMK se Surabaya SelasaKamis (1719/10), puisi pada Jumat (20/10/2017) dan lainlain.

(fat/fat)