16 Kali Ditertibkan, Pengusaha Tambang Galian C Dilaporkan ke Polisi

Satpol PP Kabupaten Pasuruan akhirnya melaporkan pengusaha tambang galian C (sirtu) ke polisi. Langkah hukum dilakukan karena penambangan ilegal di Kelurahan Gratitunon, Kecamatan Grati, ini sudah 16 kali ditertibkan.

“Kami menempuh jalur hukum melaporkan pengusaha tambang ke Polresta Pasuruan,” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Yudha, langkah hukum dilakukan karena pengusaha tambang terang-terangan menolak menghentikan aktivitas penambangan. Bahkan terakhir kali saat ditertibkan akhir April lalu, sebut Yudha, beberapa orang mengatasnamakan warga melakukan penolakan.

“Sejak beberapa tahun lalu, kami sudah 16 kali melakukan penertiban. Tapi mereka beroperasi lagi setelah ditertibkan. Kami juga sudah fasilitas pertemuan dengan pemprov tapi mereka tetap menolak. Akhirnya kami tempuh jalur hukum,” tandas Yudha.

Menurut Yudha pengusaha tambang dilaporkan melanggar UU No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. “Sanksinya bisa lebih berat,” pungkas Yudha.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Pasuruan AKP Arumsari Puspita Dewi menyatakan laporan tersebut sudah masuk ke polresta. “Hanya belum didisposisikan ke reskrim,” terangnya.

Secara terpisah Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Kami akan koordinasi dengan Sat Pol PP untuk melakukan penyelidikan,” terang Rizal.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *